Jumat, 17 September 2010

Alhamdulillah, hari ini anakku mengakuiku sebagai orang tuanya...

Sejak kecil, sebetulnya kami pun selalu bersama. Sama-sama menjalankan peran masing-masing, sebagaimana layaknya ibu dan anak, karena memang kami ini ibu dan anak. Tetapi tadi tadi pagi, ada sesuatu yang aneh tertangkap di telingaku. Aku dikagetkan oleh satu kalimat, yang diucapkannya sebelum sarapan pagi.

Minggu, 20 Juni 2010

MANDUL

Seorang karib perempuan pernah bercerita tentang nasibnya. Lebih dari sepuluh tahun membangun rumah tangga, namun Allah belum jua menganugerahkan seorang putra pun kepadanya. Apa do'a wajibmu setiap malam? Ia menjawab, "agar dengan segala keajaiban dan sifat sayangNya, Allah menganugerahkan anak kepadaku".
Pada kali lain, seorang perempuan datang dengan kisah dirinya. Lagi-lagi soal anak. Lebih jauh ia berkisah, "Lelakiku tak mau diajak konsultasi ke dokter, dia bilang yang mandul bukan dia, tapi aku. Padahal, sebelum menikah denganku, dia pernah sekali menikah namun tidak jua memiliki anak."

Jumat, 11 Juni 2010

KITA BOYONG SAJA WARGA PALESTINA KE INDONESIA

Minggu-minggu terakhir, seperti biasanya, hidup kita seperti “dikocak” oleh media. Sebentar berita A, sebentar berita B. Bahkan sesekali lompatannya, tak tanggung-tanggung. Bisa jadi dari A, melompat ke Z. Itulah bukti kebebasan dan kemerdekaan media.
Setelah Cicak versus Buaya, ada Century, ada Jupe dan statement Mendagri (bahwa yang boleh mencalonkan hanya mereka yang “bermoral” saja), ada Susno, ada “pengunduran diri” Sri Mulyani, ada pemilihan ketua KPK dan terakhir yang sedang hot, kembali kabar perang Israel-Palestina. Konflik di jalur Gaza ini bukanlah berita baru dan bukan sekali ini terjadi. Bahkan hampir tiap tahun, mereka bikin berita dan mendapat perhatian dunia.
Saya yang dulu kurang simpati dengan perang, menjadi ingin tahu, apa sih yang mereka perebutkan kok banyak para ustadz dan orang awam mengajak mengecam Israel. Bahkan dalam khotbah jum’at an pun, hal ini menjadi issue yang menarik bagi para ustadz untuk disampaikan kepada jama’ah.

Senin, 31 Mei 2010

HOW TO OVERCOME THE PROBLEM OF LIFE?

"Help others to solve their problems, then your problem will be more easily overcome." (Norman Vincent Peale)
Life is a journey. It is like reading a book. In order to understand the messages of the book, there are chapters that must be opened, read and understood. When these chapters of the life (book) are understood, we will be able to tell others what life is.

Minggu, 30 Mei 2010

WHERE IS THE HAPPINESS?

Where is the happiness? Have you ever been unhappy in your life? Is this now hit you? Various book titles associated with this case, displayed in bookstores. They present stance and recipes to overcome your unhappiness. Some experts argue that the unhappiness is the effect of a failure to achieve something which we aspire. Hence, to be happy, we must focus on becoming "successful people". Believing this argument, then, we seek to find "ways of success." In other view, unhappiness will arise when we lose something. Something or someone we love and care. Loosing will lead to unhappiness.

Kamis, 27 Mei 2010

DIALOG MUSLIH dan IFHAM

Di sebuah milis, ada sebuah dialog yang menarik hati saya. Dialog ini, unik. Oleh karenanya, ia menarik. Seorang penulis, calon penulis hebat, sedang melakukan promosi habis-habisan atas bukunya yang nampaknya hingga saat dialog itu berlangsung, belum ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkannya.
Mari kita simak dialog singkat mereka.

Rabu, 19 Mei 2010

MENSYUKURI SAKIT (BAGIAN II)

Malam belum terlalu larut. Aku mandi dan sholat. Dalam do’aku aku menangis sejadi-jadinya. Aku hanya bisa bersimpuh berusaha memahami kejadian dan pelajaran yang diberikan Allah kepadaku. “Kenapa bapak tidak merasa sakit dan kenapa aku tak dapat menangkap bahwa bapak sudah dan sedang mengalami sakit yang sebetulnya luar biasa sakitnya...”, kalimat ini terus berkecamuk dalam pikiranku.